Senin, 28 Februari 2011

Kisah (almh) Aminah Assilmi : Presiden International Union of Mulim


Kisah Mengharukan Islamnya Aminah Assilmi Tak banyak orang yang mengenal Aminah Assilmi. Ia adalah Presiden Internasional Union of Muslim Women yang telah meninggal dunia pada 6Maret 2010, dalam sebuah kecelakaan mobil di Newport, Tennesse, Amerika Serikat. Perjalanannya menuju Islam cukup unik. Perjalanan yang patut dikenang. Semuanya berawal dari kesalahan kecil sebuah komputer. 


Mulanya, ia adalah seorang gadis jemaat Southern Baptist - aliran gereja Protestan terbesar di AS, seorang feminis radikal, dan jurnalis penyiaran. Sewaktu muda, ia bukan gadis yang biasa-biasa saja, tapi cerdas dan unggul di sekolah sehingga mendapatkan beasiswa. Satu hari, sebuah kesalahan komputer terjadi. Siapa sangka, hal itu membawanya kepada misi sebagai seorang Kristen dan mengubah jalan hidupnya secara keseluruhan. 



Tahun 1975 untuk pertama kali komputer dipergunakan untuk proses pra-registrasi di kampusnya. Sebenarnya, ia mendaftar ikut sebuah kelas dalam bidang terapi rekreasional, namun komputer mendatanya masuk dalam kelas teater. Kelas tidak bisa dibatalkan, karena sudah terlambat. Membatalkan kelas juga bukan pilihan, karena sebagai penerima beasiswa nilai F berarti bahaya. Lantas, suaminya menyarankan agar Aminah menghadap dosen untuk mencari alternatif dalam kelas pertunjukan. Dan betapa terkejutnya ia, karena kelas dipenuhi dengan anak-anak Arab dan 'para penunggang unta'. Tak sanggup, ia pun pulang ke rumah dan memutuskan untuk tidak masuk kelas lagi. Tidak mungkin baginya untuk berada di tengah-tengah orang Arab. 

"Tidak mungkin saya duduk di kelas yang penuh dengan orang kafir!" ujarnya kala itu. 

Suaminya coba menenangkannya dan mengatakan mungkin Tuhan punya suatu rencana di balik kejadian itu. Selama dua hari Aminah mengurung diri untuk berpikir, hingga akhirnya ia berkesimpulan mungkin itu adalah petunjuk dari Tuhan, agar ia membimbing orang-orang Arab untuk memeluk Kristen. Jadilah ia memiliki misi yang harus ditunaikan. Di kelas ia terus mendiskusikan ajaran Kristen dengan teman-teman Arab-nya. 

"Saya memulai dengan mengatakan bahwa mereka akan dibakar di neraka jika tidak menerima Yesus sebagai penyelamat. Mereka sangat sopan, tapi tidak pindah agama. Kemudian saya jelaskan betapa Yesus mencintai dan rela mati di tiang salib untuk menghapus dosa-dosa mereka." Tapi ajakannya tidak manjur. Teman-teman di kelasnya tak mau berpaling sehingga ia memutuskan untuk mempelajari alquran untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang salah dan Muhammad bukan seorang nabi. 

Ia pun melakukan penelitian selama satu setengah tahun dan membaca alquran hingga tamat. Namun secara tidak sadar, ia perlahan berubah menjadi seseorang yang berbeda, dan suaminya memperhatikan hal itu. "Saya berubah, sedikit, tapi cukup membuat dirinya terusik. Biasanya kami pergi ke bar tiap Jumat dan Sabtu atau ke pesta. Dan saya tidak lagi mau pergi. Saya menjadi lebih pendiam dan menjauh." 

Melihat perubahan yang terjadi, suaminya menyangka ia selingkuh, karena bagi pria itulah yang membuat seorang wanita berubah. Puncaknya, ia diminta untuk meninggalkan rumah dan tinggal di apartemen yang berbeda. Ia terus mempelajari Islam, sambil tetap menjadi seorang Kristen yang taat. Hingga akhirnya, hidayah itu datang. Akhirnya pada 21 Mei 1977, jemaat gereja yang taat itu menyatakan,"Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya." 

Perjalanan setelah mengucapkan dua kalimat syahadat, seperti halnya mualaf lain, bukanlah perkara yang mudah. Aminah kehilangan segala yang dicintainya. Ia kehilangan hampir seluruh temannya, karena dianggap tidak menyenangkan lagi. Ibunya tidak bisa menerima dan berharap itu hanyalah semangat membara yang akan segera padam. Saudara perempuannya yang ahli jiwa mengira ia gila. Ayahnya yang lemah lembut mengokang senjata dan siap untuk membunuhnya. Tak lama kemudian ia pun mengenakan hijab. Pada hari yang sama ia kehilangan pekerjaannya. Lengkap sudah. Ia hidup tanpa ayah, ibu, saudara, teman dan pekerjaan. 

Jika dulu ia hanya hidup terpisah dengan suami, kini perceraian di depan mata. Di pengadilan ia harus membuat keputusan pahit dalam hidupnya; melepaskan Islam dan tidak akan kehilangan hak asuh atas anaknya atau tetap memegang Islam dan harus meninggalkan anak-anak. "Itu adalah 20 menit yang paling menyakitkan dalam hidup saya," kenangnya. 

Bertambah pedih karena dokter telah memvonisnya tidak akan lagi bisa memiliki anak akibat komplikasi yang dideritanya. "Saya berdoa melebihi dari yang biasanya. Saya tahu, tidak ada tempat yang lebih aman bagi anak-anak saya daripada berada di tangan Allah. Jika saya mengingkari-Nya, maka di masa depan tidak mungkin bagi saya menunjukkan kepada mereka betapa menakjubkannya berada dekat dengan Allah." Ia pun memutuskan melepaskan anak-anaknya, sepasang putra-putri kecilnya. 

Namun, Allah Maha Pengasih. Ia diberikan anugerah dengan kata-katanya yang indah sehingga membuat banyak orang tersentuh dan perilaku Islami-nya. Dia telah berubah menjadi orang yang berbeda, jauh lebih baik. Begitu baiknya sehingga keluarga, teman dan kerabat yang dulu memusuhinya, perlahan mulai menghargai pilihan hidupnya. Dalam berbagai kesempatan ia mengirim kartu ucapan untuk mereka, yang ditulisi kalimat-kalimat bijak dari ayat Al-Quran atau hadist, tanpa menyebutkan sumbernya. 

Beberapa waktu kemudian ia pun menuai benih yang ditanam. Orang pertama yang menerima Islam adalah neneknya yang berusia lebih dari 100 tahun. Tak lama setelah masuk Islam sang nenek pun meninggal dunia. "Pada hari ia mengucapkan syahadat, seluruh dosanya diampuni, dan amal-amal baiknya tetap dicatat. Sejenak setelah memeluk Islam ia meninggal dunia, saya tahu buku catatan amalnya berat di sisi kebaikan. Itu membuat saya dipenuhi suka cita!" Selanjutnya yang menerima Islam adalah orang yang dulu ingin membunuhnya, ayah. Keislaman sang ayah mengingatkan dirinya pada kisah Umar bin Khattab. 

Dua tahun setelah Aminah memeluk Islam, ibunya menelepon dan sangat menghargai keyakinannya yang baru. Dan ia berharap Aminah akan tetap memeluknya. Beberapa tahun kemudian ibu meneleponnya lagi dan bertanya apa yang harus dilakukan seseorang jika ingin menjadi Muslim. Aminah menjawab bahwa ia harus percaya bahwa hanya ada satu Tuhan dan Muhammad adalah utusan-Nya. "Kalau itu semua orang bodoh juga tahu. Tapi apa yang harus dilakukannya?" tanya ibunya lagi. Dikatakan oleh Aminah, bahwa jika ibunya sudah percaya berarti ia sudah Muslim. Ibunya lantas berkata, "OK, baiklah. Tapi jangan bilang-bilang ayahmu dulu," pesan ibunya. Ibunya tidak tahu bahwa suaminya (ayah tiri Aminah) telah menjadi Muslim beberapa pekan sebelumnya. 

Dengan demikian mereka tinggal bersama selama beberapa tahun tanpa saling mengetahui bahwa pasangannya telah memeluk Islam. Saudara perempuannya yang dulu berjuang memasukkan Aminah ke rumah sakit jiwa, akhirnya memeluk Islam. Putra Aminah beranjak dewasa. Memasuki usia 21 tahun ia menelepon sang ibu dan berkata ingin menjadi Muslim. Enam belas tahun setelah perceraian, mantan suaminya juga memeluk Islam. Katanya, selama enam belas tahun ia mengamati Aminah dan ingin agar putri mereka memeluk agama yang sama seperti ibunya. Pria itu datang menemui dan meminta maaf atas apa yang pernah dilakukannya. Ia adalah pria yang sangat baik dan Aminah telah memaafkannya sejak dulu. 

Mungkin hadiah terbesar baginya adalah apa yang ia terima selanjutnya. Aminah menikah dengan orang lain, dan meskipun dokter telah menyatakan ia tidak bisa punya anak lagi, Allah ternyata menganugerahinya seorang putra yang rupawan. Jika Allah berkehendak memberikan rahmat kepada seseorang, maka siapa yang bisa mencegahnya? Maka putranya ia beri nama Barakah. Ia yang dulu kehilangan pekerjaan, kini menjadi Presiden Persatuan Wanita Muslim Internasional. Ia berhasil melobi Kantor Pos Amerika Serikat untuk membuat perangko Idul Fitri dan berjuang agar hari raya itu menjadi hari libur nasional AS. 

Pengorbanan yang yang dulu diberikan Aminah demi mempertahankan Islam seakan sudah terbalas. "Kita semua pasti mati. Saya yakin bahwa kepedihan yang saya alami mengandung berkah." Aminah Assilmi kini telah tiada meninggalkan semua yang dikasihinya. Termasuk putranya yang dirawat di rumah sakit, akibat kecelakaan mobil dalam perjalanan pulang dari New York untuk mengabarkan pesan tentang Islam.

********************

Subhanallah...


Read More...

Correy Habbas, Dari Penulis Lepas Berlabuh ke Islam



REPUBLIKA.CO.ID, CALIFORNIA--Bila Allah berkehendak untuk menunjuki manusia yang akan diberi hidayah, tidak ada sesuatu pun yang bisa mencegahnya. Dan, hidayah itu, bisa datang kapan saja, di mana saja, dan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

Dan, pada 1994, Allah SWT mulai memberikan jalan hidayah kepada Corey Habbas untuk lebih dekat dengan Islam. Di negara kelahirannya, Amerika Serikat (AS), Corey Habbas dikenal sebagai seorang penulis lepas. Karya tulisnya telah diterbitkan di berbagai jurnal cetak serta online maupun surat kabar dan majalah.


Atas hasil karyanya ini, Corey pernah diganjar sejumlah penghargaan bergengsi. Sebut saja di antaranya penghargaan untuk karya-karya puisinya dari Islamic Writers Alliance and Qalaam serta Andalusia Prize for Literatur pada 2006 lalu.

Corey lahir dan tumbuh di kawasan California. Di negara bagian AS ini, ia mulai mengenal dan belajar tentang seni sastra. Ia berhasil menamatkan pendidikannya hingga meraih gelar sarjana dalam bidang Sistem Informasi dari Universitas Redlands. Saat ini, Corey menetap di Minnesota bersama keluarganya. Dia juga terdaftar sebagai anggota Aliansi Penulis Islam.

Bagaimanakah Corey Habbas menemukan Islam? Apa saja yang dialaminya, dan bagaimana kiprahnya setelah memeluk agama yang dibawa Nabi Muhammad SAW tersebut? Berikut ini sekelumit catatan harian perempuan kelahiran tahun 1974 itu dalam menemukan Islam.

1994: Lima Rukun
Tahun ini saya merasa tidak tahu bagaimana harus melalui masa-masa sekolah. Keputusan untuk bekerja penuh waktu di toko obat PayLess membuatku bisa memenuhi kebutuhan hidup, membayar uang sekolah dan buku secara mandiri. Tapi, tidak demikian dengan persoalan waktu. Pada saat punya waktu luang, saya sudah terlalu lelah untuk belajar. Karena, energi saya sudah habis seharian untuk bekerja di toko dan mengayuh sepeda pulang dari toko pukul sembilan malam.

Pada waktu siang, saya menjadi asisten apoteker, yang siap menerima panggilan telepon masuk di apotek dan menyusun resep-resep obat di bagian registrasi. Apoteker yang bekerja dengan saya adalah seorang laki-laki yang baik. Usianya berkisar 50-an.

Selama bekerja bersama, kami tidak banyak bicara. Tapi, suatu hari ia bertanya apakah saya pernah mendengar tentang Islam. Dia memberi tahu saya bahwa dia adalah seorang Muslim.
Dia lantas bercerita tentang lima rukun Islam: syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji.

Sehari kemudian, ia bertanya apakah aku ingat dengan lima rukun yang pernah ia sampaikan. Dia amat terkejut dan senang ketika mengetahui saya dengan begitu mudah bisa mengingat dan mengulang kembali kelima rukun tersebut. Saya merasakan sesuatu yang beda hari itu. Saya merasa seperti seseorang yang benar-benar religius, padahal sebelumnya tidak demikian.
1996: Alquran Pertamaku
Saya pernah mendengar Alquran secara sepintas sebelumnya. Di El Camino, sebuah lembaga pendidikan, seorang mahasiswi Muslim menunjukkan padaku Alquran untuk pertama kalinya. Saya merasa terhormat bahwa dia merasa cukup nyaman untuk berbagi sesuatu yang sangat pribadi dan berharga dengan saya.

Demi kesopanan dan karena juga ingin menunjukkan minat yang sama terhadap nilai-nilai yang dianutnya, saya pun memberanikan diri untuk meminjam Alquran miliknya. Dia pun mengizinkannya. Saya kemudian bertanya tentang simbol-simbol yang menandai bacaan teks dalam Alquran.
Saya katakan kepadanya bahwa itu indah, tapi saya merasa seperti membeku, tidak tahu harus berbuat apa lagi. Anehnya, peristiwa itu menjadi memori yang paling penting dalam ingatan saya setelah lulus dari perguruan tinggi ini.
1997: Malam-malam di Andalusia
Aku tinggal sendirian. Hari-hariku dilalui dengan kuliah dan kerja. Tampaknya, tidak ada hal lain yang bisa aku lakukan untuk mengisi hidup, sampai kemudian aku memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Spanyol. Bagiku ini mungkin adalah petualangan seorang gadis Amerika ke negeri asing yang ingin mencari arti hidup.

Ketika menyusuri jalan-jalan Kota Madrid, saya merasakan seperti berada di masa lalu. Saya bisa mencium bau air yang menetes dan mendengar gema kaki kuda di sepanjang jalan.

Ini adalah tempat di mana umat Islam pernah memerintah selama beberapa periode. Masa tersebut dikenal sebagai masa yang penuh dengan toleransi dalam kehidupan beragama maupun budaya. Sekarang kota ini masih menjadi tempat tinggal bagi orang-orang dari berbagai macam keyakinan. Saya tidak ingin memejamkan mata semenit pun karena saya merasa seolaholah akan melewatkan sesuatu.

Pada tengah malam, aku melewatkan waktu dengan berjalanjalan di kawasan El Calle Alcal.
Aku berjalan memasuki sebuah katedral kecil yang masih buka pada tengah malam dan duduk di bangku kayu berhiaskan ukiran. Usia kursi itu sudah berabadabad, namun tetap terlihat mengilap jika diterpa cahaya.

Sepasang suami-istri dengan rambut berwarna perak dan kulit keriput melangkah masuk.
Mereka berlutut seraya memanjatkan doa dengan penuh ketulusan. Aku hanya duduk saja di ruangan ini. Melihat keduanya, aku pun menangis. Iman bagaikan sebuah cahaya yang bersinar di bawah permukaan.
1999: Iman yang Membara
Mata besar berwarna merah kecokelatan milik sahabatku Susanna, selalu tampak bersinar ketika ia berbicara tentang Tuhan. Dia pintar dan saya dapat melihat bahwa keyakinan yang dipeluknya telah memberikan begitu banyak daya dorong menuju kesuksesan. Ayah Susanna selalu bertengkar dengan para jemaatnya. Hal ini pula yang membuat mengapa ayahnya selalu berganti-ganti keyakinan dari satu sekte ke sekte Kristen yang lain. Sementara Susanna dengan satu keyakinan yang tetap dipegangnya, membuatku bertanya-tanya apakah dia akan mencoba sesuatu yang lain?
2000: Buku yang tak Terduga
Akhir pekan ini, seperti kebanyakan akhir pekan yang sudah-sudah, saya mengunjungi toko buku. Sambil memegang secangkir kopi hitam di kedai kopi yang berada di dalam toko buku tersebut, saya mulai menelusuri judul-judul buku yang ingin saya beli. Saya merasa seolah-olah sedang mencari sesuatu, tapi saya tidak tahu apa yang seharusnya dicari.

Seperti biasanya, saya pergi ke bangku favorit saya di bagian teknologi dan membaca buku-buku referensi tentang bahasa-bahasa pemrograman web, karena saya seorang web programmer di sebuah perusahaan telekomunikasi besar. Di luar itu, saya adalah seorang seniman, yang sangat tertarik pada misteri kehidupan.

Bulan lalu saya membeli sebuah buku tentang Buddhisme dan berpikir untuk mengadopsi praktik spiritual yang ada di dalam buku tersebut. Tapi, ada beberapa aspek dalam ajaran tersebut yang tidak sesuai dengan saya. Ketika saya tengah mencari-cari buku yang lain, mata saya tertumbuk pada sebuah buku berjudul Vision of Islam.

Saya membelinya dan merahasiakan hal tersebut. Ketika membaca buku, tanpa saya sadari, saya melafalkan kalimat syahadat yang tertera di dalam salah satu halaman buku yang saya baca. Saya selalu percaya kepada para nabi Yahudi serta Kristen dan satu lagi nabi yang aku yakini, yakni Muhammad.

Saya belajar bahwa dalam Islam, Yahudi dan Kristen adalah saudarasaudara dalam iman. Semua manusia, apa pun latar belakang sukunya, agamanya, bahasanya, semuanya berasal dari jiwa yang satu. Saya lebih merasakan kedekatan dengan mereka, daripada ketika saya belum menjadi Muslim. Kita semua terhubung. Ini adalah pesan yang ingin disampaikan Allah kepada umat manusia.
2001: Mendaki Gunung
Masjid Saya sangat takut untuk pergi ke masjid. Tapi, saya harus melakukannya kalau ingin pengetahuan Islam saya meningkat. Saya tidak tahu apa yang harus saya pakai, tapi sepengetahuan saya, tangan dan kaki harus tertutup sepenuhnya. Yang tidak saya ketahui hanyalah bahwa saya harus mengenakan penutup kepala saat memasuki masjid.

Ketika sampai di masjid, saya bertemu dengan seorang wanita yang membawa saya ke sebuah ruangan. Saya resmi menjadi Muslim. Orang-orang dengan penuh kehangatan menyambut saya dan mengucapkan selamat atas masuknya saya ke dalam Islam.

Beberapa bulan kemudian, saat mulai merasa nyaman dengan identitas baru sebagai seorang Muslim, saya memutuskan untuk mencari pasangan hidup. Saya mem-posting iklan pribadi di sebuah situs perkawinan Islam. Saya selalu mendambakan bisa membangun sebuah keluarga. Tak lama berselang, iklan yang saya pasang mendapat respons. Dan, tiga bulan kemudian, saya memutuskan untuk menikah dengan seorang pemuda Muslim bernama Hanafi yang saya kenal melalui situs pertemanan tersebut.
2002: Jilbab Pertamaku
Dalam apartemen aku terbangun karena bunyi alarm radio. Hari ini adalah hari Senin dan aku harus segera berangkat kerja. Hari itu menjadi hari spesial bagiku dan aku sudah merencanakan ini dengan sangat hati-hati. Ya, aku akan mengenakan jilbab ke tempat kerjaku.

Aku sudah berjuang dengan diriku sendiri, ketakutanku, dan kelemahanku untuk waktu yang cukup lama. Aku tahu benar, hal itu akan menjadi perubahan terbesar dalam hidupku. Inilah jihadku. Jihad terbesar dalam hidupku untuk menahan emosi terhadap cemooh dari para rekan kerja yang melihat jilbabku.

Aku melihat di cermin, dan berkata; "Anda ingin melakukan ini sejak lama. Tak peduli bagaimana orang lain menilai Anda. Jadilah kuat! Jangan berpikir tentang rasa benci dan kejahatan yang bisa saja menimpa diri Anda. Anda tidak akan terintimidasi karena memeluk Islam. Ingat pengorbanan Sumayyah binti Khubbat. Takutlah hanya kepada Allah."
2003: Mimpi
Saya bermimpi dalam tidur saya di suatu malam. Dalam mimpi tersebut, saya selalu mengenakan jilbab. Mimpi ini membekas dalam diri saya. Sekarang, saya ti dak bisa membayangkan keluar rumah tanpa menutupi bagian kepala saya. Saya telah menemukan kenyamanan dalam hal privasi dan keamanan dalam balutan kain yang menutupi seluruh bagian tubuh saya.
2006: Di sini dan Sekarang
Setelah memeluk Islam, saya merasakan banyak hal berubah dalam hidup ini. Hidup yang saya jalani lebih terarah. Saya bisa menyelesaikan sarjana saya dalam bidang sistem informasi, menikah dengan seorang pria yang sangat luar biasa, dan memiliki tiga anak. Ketika saya memiliki waktu luang, saya bisa bekerja sebagai sukarelawan bagi komunitas lokal saya. Saya merasa dengan kekuatan dari Allah, saya dapat memindahkan segala kesulitan apa pun dan melaluinya

Read More...

Badai Membawa Hidayah

Samsudin Taliwongso (Mualaf asal Manado)

Saya terlahir dari keluarga Kristen yang fanatik. Ayah saya seorang Pembina Gereja Advent Masehi Hari Ketujuh. Saya lahir di Desa Teling, Manado pada tanggal 11 Oktober 1927 dengan nama pemberian orang tua Samuel Taliwongso.

Saya menghabiskan masa kecil di Manado dengan mendapat pendidikan agama di Advent Zending School (Sekolah Missi Advent), sekarang setingkat SD. Setiap hari saya harus menghafal dan menyetor lima pasal / surat / Firman Tuhan yang ditugaskan oleh mendiang ayah saya.

Selepas Advent Zending School saya melanjutkan ke MULO, setingkat SMP sekarang, saat itu masa perjuangan bangsa Indonesia berusaha melepaskan diri dari jajahan Belanda. Saya pun terpanggil untuk bergabung bersama teman-teman melawan Belanda dengan gerakan bawah tanah.

Oleh pemerintah Belanda kelompok-kelompok kami seperti ini disebut sebagai “The Hodger for Soekarno” (Anjing-anjing Soekarno), dan dianggap sebagai pemberontak. Karena dikejar-kejar, saya lari ke Morotai kemudian ke Sorong tahun 1947 dan kemudian ke Hollandia (Jayapura).

Ketika menginjakkan kaki di Hollandia (Jayapura), saya bekerja pada sebuah perusahaan perminyakan milik pemerintahan Hindia Belanda (sekarang semacam Pertamina). Saya dipercaya sebagai kepala Departemen Bagian Pengapalan.

Selain aktivitas keseharian sebagai pegawai kepercayaan Belanda, aktivitas sehari-hari juga sebagai seorang pemimpin gereja. Saya setiap hari mengajarkan Injil kepada para jemaat gereja dan berusaha menggiring domba-domba yang sesat (kaum Muslim) untuk diselamatkan. Ini kewajiban yang harus saya lakukan sebagai seorang pendeta / pembaptis.

Sebelumnya, saya punya pengalaman di Manado membangun sebuah gereja dan membaptiskan beberapa orang Islam yang berasal dari Gorontalo yang akan menikah dengan pemuda-pemuda Kristen.

Awal Mendapat Hidayah

Di tahun 1962 terjadi peristiwa Dwikora / Trikora. Pemerintah Belanda menganggap orang Indonesia sebagai musuh. Mereka dirumahkan. Ada 759 orang yang terkena kebijakan itu. Saya termasuk salah satu di antaranya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya menjadi kuli bangunan. Karena situasi keamanan, saya bersama Leo Timbeleng (Alm), Herard G, Nori (Alm), W Oro (Alm), memberanikan diri menghadap Gubernur Hollandia saat itu; Gubernur Van Baal untuk memulangkan kami ke daerah asalnya.

Van Baal setuju, tapi dengan syarat harus menggunakan kapal yang berbendera Belanda. Bagi kami permintaan itu tidak mungkin.

Akhirnya dengan sebuah kapal berbendera Kebangsaan Panama milik seorang pengusaha Tianghoa asal Singapura bernama Tuan Robin Lowkami berangkat menuju Jakarta. Berdasarkan surat amanah yang ditulis SUIB (Sekretaris Urusan Irian Barat) saat itu, saya diberi kepercayaan sebagai pimpinan rombongan.

Suatu malam di tengah lautan bebas, datanglah badai yang luar biasa yang menghantam kapal. Banyak orang yang muntah-muntah dan lemas tidak berdaya. Doa dipanjatkan. Saat itulah ada seorang penumpang Muslim yang bernama Latoke asal Makassar sedang shalat.

Saya perhatikan apa yang dilakukannya. Dalam hati saya berucap: “Nih orang, orang lain mau mati kok malah nungging-nungging”. Setelah itu Latoke pun membaca buku (Al Qur’an) di tengah suasana seperti itu. Tentu saya jengkel.

Besoknya badai yang dahsyat datang lagi. Saya penasaran mencarinya kembali. Ia ternyata tertidur pulas akibat lemas dihajar ombak semalaman. Di dekatnya ada buku (Al Qur’an), dengan sampul bertulis “Terjemahan Al Qur’an Karangan Muhammad Yunus” terbitan Toko Buku Gunung Agung, Jl Kwitang Jakarta.

Saya coba membukanya. Kebetulan ada ayat yang ditandai Latoke yakni Surat Al Baqarah ayat 136. Saya baca. Saya baru tahu ternyata orang Islam itu tidak cuma percaya Muhammad saja.

Sebelumnya saya menganggap orang Islam itu tidak percaya adanya Tuhan (Allah), Nabi Isa, Nabi Daud sebagaimana nabi-nabi bagi orang non Muslim. Singkat cerita kapal tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.

Saya jadi penasaran dengan apa yang saya baca tadi dan ingin mengetahui lebih jauh tentang Al Qur’an itu.

Saat tiba di pelabuhan Tanjung Priok Jakarta, saya dikawal dua orang perwira atas perintah Konsulat Indonesia di Singapura, karena dianggap orang penting oleh pemerintah Indonesia saat itu.

Jadinya saya tidak bebas. Suatu ketika saya mencoba membebaskan diri dari kawalan dengan berbagai alasan untuk mencari Al Qur’an. Dengan sembunyi-sembunyi saya mencari toko buku Gunung Agung di jalan Kwitang, untuk membeli terjemahan Al Qur’an karangan Muhammad Yunus.

Saya minta kasir untuk membungkus rapat Al Qur’an itu agar tidak sobek dan kena hujan. Padahal alasan yang sebenarnya agar tidak ketahuan orang.

Saya pun kemudian kembali ke Manado. Tak beberapa lama, saya dipanggil oleh pimpinan Angkatan Darat untuk membantu misi pendaratan di Irian Barat. Saya harus kembali ke Jakarta.

Dalam perjalanan inilah saya baru membuka buku yang pernah saya beli sebelumnya di Jakarta. Saya mulai tahu dan paham bahwa agama Kristen itu salah. Sesampainya di Irian, tak lama kemudian saya masuk Islam.

Sejak saat itu saya terus mengkaji Islam dan berdakwah mengembalikan orang-orang yang dahulu pernah saya baptis / murtadkan. Atas dukungan Dewan Masjid Indonesia, kami membentuk Kelompok Pengajian Muallaf (KPM) yang mengadakan pengajian dua minggu sekali.

Ada kisah yang sangat menarik, hampir tiap malam pada November-Desember 2008 banyak pendeta-pendeta yang datang ke rumah saya untuk mengajak saya berdiskusi / berdebat dengan maksud untuk mengembalikan saya kepada ajaran Kristen.

Alhmadulillah, saya mampu menghadapi argumen-argumen mereka. Beberapa di antara pendeta-pendeta itu ada yang mengatakan: “Kami mulai tidak yakin kalau Tuhan Yesus itu adalah Tuhan.”

Satu hal yang menjadi keprihatinan saya, umat Islam saat ini banyak yang tidak tahu tentang Islam itu sendiri, bahkan telah demikian jauh dan asing dengan Islam. Umat Islam mulai terkotak-kotak dan mencintai kelompoknya sendiri, bahkan ada yang hanya Islam KTP.


Read More...

Dokter Amerika Masuk Islam Karena Satu Ayat Al-Qur’an



Dari Medicalzone.com, Diambil dari : Kolom Kisah Teladan, Majalah Qiblati |Vol.01/No.4/ Desember 2005 | Dzulqa’idah 1426 H.


Beberapa tahun yang lalu, seorang teman bercerita kepadaku tentang kisah masuknya seorang dokter Amerika ke dalam Islam. Dari apa yang kuingat dari kisah yang indah ini adalah : Kisah ini terjadi pada salah satu rumah sakit di Amerika Serikat. 

Di rumah sakit tersebut, seorang dokter muslim bekerja dengan keilmuan yang sangat baik, sehingga memberi pengaruh besar untuk mengenal beberapa dokter Amerika. Dan dia, dengan kemampuan tersebut mengundang decak kagum mereka. Diantara para dokter Amerika ini, dia mempunyai satu teman akrab yaitu orang yang memiliki kisah ini. Mereka berdua selalu bertemu dan keduanya bekerja pada bagian persalinan. 

Pada suatu malam, di rumah sakit tersebut terjadi dua peristiwa persalinan secara bersamaan. Setelah kedua wanita itu melahirkan, dua bayi tersebut tercampur dan tidak ada yang mengetahui masing-masing pemilik kedua bayi yang berjenis kelamin laki-laki dan perempuan itu. Kerancuan ini terjadi disebabkan kecerobohan perawat yang seharusnya dia menulis nama ibu pada gelang yang diletakkan di tangan kedua bayi tersebut. Dan ketika kedua dokter tersebut tahu bahwa mereka berada dalam kebingungan; Siapakah ibu bayi laki-laki dan siapakah ibu bayi perempuan, maka dokter Amerika berkata kepada dokter Muslim, 

”Engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an telah menjelaskan segala sesuatu dan engkau mengatakan bahwasanya Al-Qur’an itu mencakup semua permasalahan-permasalahan apapun. Maka tunjukkanlah kepadaku cara mengetahui siapa ibu dari masing-masing bayi ini..!!” 

Dokter Muslim itupun menjawab, 

”Ya, Al-Qur’an telah menerangkan segala sesuatu dan akan aku buktikan kepadamu tentang hal itu. Biarkan kami mendiagnosa ASI kedua ibu dan kami akan menemukan jalan keluar.” 

Setelah nampak hasil diagnosa, dengan sangat percaya diri dokter muslim itu memberitahu temannya si dokter Amerika, siapakah ibu sebenarnya dari masing-masing bayi tersebut…!!!! Dokter Amerika itupun terheran-heran dan bertanya, ”Bagaimana kamu tahu?” 

Dokter Muslim menajwab 

”Sesungguhnya hasil yang nampak menunjukkan bahwasanya kadar banyaknya ASI pada payudara ibu si bayi laki-laki dua kali lipat kandungannya dibanding ibu si bayi perempuan. Perbandingan kadar garam dan vitamin pada ASI si ibu bayi laki-laki itu juga dua kali lipat dibanding ibu si bayi perempuan.” 

Kemudian dokter muslim tersebut membacakan ayat Al-Qur’an yang dia jadikan dasar argumen dari jalan keluar itu, 

”Bagi laki-laki seperti bagian dua perempuan.” (QS. An-Nisa:11) 

Dan setelah mendengarkan dokter Amerika itu arti ayat tersebut, dia jadi bengong, dan dia menyatakan keislamannya secara spontan tanpa ragu-ragu. Subhanallah, Maha Suci Allah Robb semesta alam. 




Read More...

Joseph Cohen, Mantan Anggota Kelompok Radikal Yahudi yang Jadi Mualaf



NEW YORK--Ketika kartun South Park edisi ke-200 yang menjadikan Rasulullah SAW bahan guyonan dengan mengenakan kostum beruang, ada seorang pemuda yang sangat marah, Yousef al-Khattab. Ia bahkan secara spontan melontarkan pernyataan agar orang-orang di balik kartun itu berhati-hati, karena bisa jadi mereka akan menjadi sasaran kemarahan umat Islam seperti halnya sutradara Theo Van Gogh di Belanda yang tewas ditikam. Ucapannya kemudian ditulis di berbagai media sebagai "bentuk ancaman kelompok radikal Islam terhadap para kreator South Park". Bahkan karena berita ini pula, produser kartun menghapus edisi "konyol-konyolan" itu.
Siapa Yousef al-Khattab? Tak banyak yang tahu. Orang hanya melihatnya sebagai Muslim taat yang "gampang tersulut" jika Nabinya dilecehkan.

Yang sebenarnya, Yousef adalah mualaf bernama asli Joseph Cohen. Sebelum kembali tinggal di Amerika Serikat, dia adalah anggota kelompok garis keras Yahudi di Tepi Barat. Dia pindah ke Israel karena doronagn keyakinannya yang kuat pada ajaran Yahudi.

Di sana, ia aktif memperjuangkan perluasan permukiman Yahudi di negara itu. Dia secara rutin mengikuti kelas yang diselenggarakan oleh seorang rabi ortodoks di kotanya.

Suatu hari, dia seperti biasa berselancar di internet. Di sebuah ruang chat (chatroom), dia bertemu teman diskusi yang adalah seorang Muslim. Keduanya saling bertukar pendapat soal pemikiran masing-masing.

Perbincangan itu membekas di hati Cohen. Belakangan, ia yang kemudian hijrah kembali ke Amerika Serikat dan menemukan banyak pencerahan. Akhirnya, ia bersyahadat dan menjadi Muslim. Tak lama setelah ia mengucapkan syahadat, istri dan empat anak Yousef mengikuti jejaknya menjadi Muslim. Sekarang, Yousef al-Khattab aktif berdakwah di kalangan orang-orang Yahudi, meski ia sendiri tidak diakui lagi oleh keluarganya yang tidak suka melihatnya masuk Islam.

Ia mengakui, berdakwah tentang Islam di kalangan orang-orang Yahudi bukan pekerjaan yang mudah. Menurutnya, yang pertama kali harus dilakukan dalam mengenalkan Islam adalah, bahwa hanya ada satu manhaj dalam Islam yaitu manhaj yang dibawa oleh Rasululullah SAW yang kemudian diteruskan oleh para sahabat-sahabat dan penerusnya hingga sekarang. Di negara itu, ia mendirikan organisasi bagi para pemuda Muslim yang sebagian anggotanya adalah mualaf. Namun, organisasinya kadung dicap sebagai kelompok garis keras. "Ini adalah risiko lain berdakwah," ujarnya.

Read More...

Sang Pencetus Larangan Masjid Di Swiss Itu Kini Masuk Islam




Daniel Streich, politikus Swiss, yang tenar karena kampanye menentang pendirian masjid di negaranya, tanpa diduga-duga, memeluk Islam.
Streich merupakan seorang politikus terkenal, dan ia adalah orang pertama yang meluncurkan perihal larangan kubah masjid, dan bahkan mempunyai ide untuk menutup masjid-masjid di Swiss. Ia berasal dari Partai Rakyat Swiss (SVP). Deklarasi konversi Streich ke Islam membuat heboh Swiss.

Streich mempropagandakan anti-gerakan Islam begitu meluas ke seantero negeri. Ia menaburkan benih-benih kemarahan dan cemoohan bagi umat Islam di Negara itu, dan membuka jalan bagi opini publik terhadap mimbar dan kubah masjid.
Tapi sekarang Streich telah menjadi seorang pemeluk Islam. Tanpa diduganya sama sekali, pemikiran anti-Islam yang akhirnya membawanya begitu dekat dengan agama ini. Streich bahkan sekarang mempunyai keinginan untuk membangun masjid yang paling indah di Eropa di Swiss.
Yang paling menarik dalam hal ini adalah bahwa pada saat ini ada empat masjid di Swiss dan Streich ingin membuat masjid yang kelima. Ia mengakui ingin mencari “pengampunan dosanya” yang telah meracuni Islam. Sekarang adalah fakta bahwa larangan kubah masjid telah memperoleh status hukum.
Abdul Majid Aldai, presiden OPI, sebuah LSM, bekerja untuk kesejahteraan Muslim, mengatakan bahwa orang Eropa sebenarnya memiliki keinginan yang besar untuk mengetahui tentang Islam. Beberapa dari mereka ingin tahu tentang hubungan antara Islam dan terorisme; sama halnya dengan Streich. Ceritanya, ternyata selama konfrontasi, Streich mempelajari Alquran dan mulai memahami Islam.
Streich adalah seorang anggota penting Partai Rakyat Swiss (SVP). Ia mempunyai posisi penting dan pengaruhnya menentukan kebijakan partai. Selain petisinya tentang kubah masjid itu, ia juga pernah memenangkan militer di Swiss Army karena popularitasnya.
Lahir di sebuah keluarga Kristen, Streich melakukan studi komprehensif Islam semata-mata untuk memfitnah Islam, tapi ajaran Islam memiliki dampak yang mendalam pada dirinya. Akhirnya ia malah antipati terhadap pemikirannya sendiri dan dari kegiatan politiknya, dan dia memeluk Islam. Streich sendiri kemdian disebut oleh SVO sebagai setan.
Dulu, ia mengatakan bahwa ia sering meluangkan waktu membaca Alkitab dan sering pergi ke gereja, tapi sekarang ia membaca Alquran dan melakukan salat lima waktu setiap hari. Dia membatalkan keanggotaannya di partai dan membuat pernyataan publik tentang ia masuk Islam. Streich mengatakan bahwa ia telah menemukan kebenaran hidup dalam Islam, yang tidak dapat ia temukan dalam agama sebelumnya.

Read More...

Kamis, 17 Februari 2011

Adobe Photoshop Keyboard Shortcut




  • File Menu shortcuts

Ctrl+Alt+Shift+S Save the opened document for Web

Ctrl+Shift+P To change Page Setup for printing

Alt+Ctrl+P Print the opened document with preview

Alt+Shift+Ctrl+I To display the info of opened file

Ctrl+Q Used to exit from adobe Photoshop


 

  • Edit Menu shortcuts

Ctrl+Z To undo/redo the last changes

Alt+Ctrl+Z Go to one step backward

Shift+Ctrl+Z Go to one step forward

Ctrl+X or F2 Used to cut the selected area

Ctrl+C or F3 Used to copy the selected area

Ctrl+V or F4 Used to Paste the copied value




  • Image Menu shortcuts

Ctrl+L To adjust the color levels

Alt+Shift+Ctrl+L To adjust the auto Contrast

Ctrl+B Used to adjust the Color and Tone balance

Ctrl+U Used to adjust the Hue/Saturation

Ctrl+Alt+X Used to Extract the selected area

Ctrl+I Used to Invert

 

  • Layer Menu Shortcuts

Ctrl+N Used to insert new Layer

Ctrl+J Used to move Layer via copy

Ctrl+Shift+J Used to move Layer via cut

Ctrl+G To create the Group of layers

Shift+Ctrl+G To create the ungroup of layers

Ctrl+E Used to Merge the Layers

Ctrl+Shift+E Used to Merge Visible

 


    Select Menu Shortcuts

Ctrl+A Used to select all

Ctrl+D Used to deselect all

Alt+Ctrl+A Used to select all layers

Shift+Ctrl+D Used to reselect

 

  • Filter Menu Shortcuts

Alt+Ctrl+X Used to extract the selected image

Shift+Ctrl+X Used to Liquify the selected image

Alt+Shift+Ctrl+X To create the Pattern Preview

Ctrl+F Used to view the last Filter

 
  • Filter Menu Shortcuts

Ctrl++ or Ctrl+= Used to apply Zoom in

Ctrl+- Used to apply Zoom out

Ctrl+0 Used to view as Fit on screen

Ctrl+R Used to display the Rulers

F9 Used to display the Actions panel

F5 Used to display the Brushes panel

F6 Used to display the Color panel

Read More...

Menambah WIDGET YM (yahoo messenger) di Blogger






pas ngotak-ngatik blog ni sempat terdiam sejenak, kayaknya ada yang kurang engan blog ini, sambil liat-liat blog temen juga ahirnya tau deh yang kurangnya yaitu pasang widget status YM...

widget status yahoo messengger ini adalah widget yang menandai apakah YM anda sedang offline atau online, ini agar pengunjung blog anda bisa langsung melakukan chat dengan anda jika anda sedang online. berikut pilihan-pilihan gambarnya: 



kemudian untuk menambahkan di slidebar anda tinggal login kie dasbor blogger anda, lalu klik rancangan dan pilih tambah gadget lalu anda pilih HTML/Javascript. lalu copy paste code di bawah:

kemudian untuk menambahkan di slidebar anda tinggal login kie dasbor blogger anda, lalu klik rancangan dan pilih tambah gadget lalu anda pilih HTML/Javascript. lalu copy paste code di bawah:

<a href="ymsgr:sendim?ID_yahoo_Kamu" border="0">
<img src="http://opi.yahoo.com/online?u=ID_yahoo_Kamu&t=1">
</a>


Note: ganti(hapus) ID_yahoo_Kamu : dengan Yahoo ID kamu
ganti angka "1" dengan angka pada gambar yang kamu inginkan di atas....

setelah selesai tinggal save ajah,, selesai deh,, salam

Read More...

Rabu, 16 Februari 2011

Cara Merubah Gambar (IMAGE) Menjadi code ASCII (IMAGE to ASCII)

mungkin teman-teman semua masih banyak yang bingung apa yang di maksud dengan code ASCII ...
menurut wikipedia, ASCII itu adalah Kode Standar Amerika Untuk Pertukaran Informasi (American Standard Code for Information Interchange),
contoh Kode ASCII diantaranya: titik, koma, tanda petik, titik koma, tambah, kurang, bagi, kali, garis miring dll.
Terus apa hubungannya antara CODE ASCII ini dengan gambar?
lihat contoh dibawah ini,,,:

gambar original:






ni screnshot gambar setelah di rubah menjadi ASCII:


tampilan form saat mau ngerubah gambar menjadi ASCII,, kalian tinggal isi kolom pertama dengan URL gambar yang mau di render.


bagi teman-teman yang penasaran mau coba silahkan klik DISINI, selamat mencoba...





Read More...

Senin, 07 Februari 2011

menghubungkan facebook dan twitter.




mungkin anda yang memiliki account facebook dan twitter sedikit merasa kerepotan jika harus memberi update status kedua account tersebut secara bersamaan,tapi jangan khawatir karena anda tidak perlu merasa repot lagi ada cara agar account facebook dan twitter dapat diupdate secara bersamaa tanpa perlu pindah-pindah account.jika anda sudah memiliki account twitter anda hanya perlu login saja ke account twitter anda dengan memasukan username dan password yang anda miliki,jika belum memiliki account silakan daftar dulu di situs twitter dan lengkapi data-data yang diminta.setelah account berhasil dibuat silakan anda login dengan account tersebut dengan username dan password yang anda buat tadi,setelah masuk kehalaman twitter arahkan kursor anda ke halaman bawah sebelah kanan dari halaman twitter tersebut dan disana anda akan akan melihat sebuah menu dengan nama Goodies




setelah halaman terbuka lalu anda pilih menu widgets setelah anda klik link widgets tadi maka pada halaman berikutnya anda akan melihat 3 buah link yaitu my website,facebook,dan myspace.untuk menghubungkan account twitter anda dengan facebook anda harus klik link facebook pada halaman tersebut kemudian akan muncul link facebook application kemudian setelah halaman rebuka anda tinggal klik tab yang bertuliskan install twitter in facebook setelah itu halaman browser baru akan muncul dan menampilkan jendela login facebook. Lakukan login dengan account facebook menggunakan Email dan password yang telah anda registrasikan untuk account facebook andas tersebut.setelah anda login anda hanya perlu mengikuti wizard yang tampil pada monitor anda dan mengeset tampilan widget twitter.setelah itu widget akan muncul dalam bentuk panel.maka terhubunglah antara account twitter dan facebook anda hanya dengan sekali update adri twitter maka update pada facebook anda pun akan berubah sesuai dengan apa yang anda updatekan pada account twitter anda.
Selain merubah update account facebook dari account twitter anda pun dapat merubah update account twitter dari facebook caranya klik disini

Read More...

Kamis, 03 Februari 2011

Keajaiban Dunia Yang Tidak Banyak Di Ketahui

1.Banaue Rice Terraces di Filipina
Dari gambar ini kelihatan luar biasa, ya, sawah irigasi kuno yang berumur 2000 tahun. Terletak di gunung Ifugao Filipina, terkenal dengan sebutan Banaue Rice Terraces. Tidak muluk-muluk, tapi Filipina merasa cukup puas seandainya Banaue Rice Terraces ditempatkan sebagai “Keajaiban Dunia ke Delapan”.
Diperkirakan, sawah yang ‘diukir’ di gunung Ifugo ini, dibuat dengan peralatan yang sangat tradisional oleh nenek moyang bangsa Filipin. Sawah petak ini berada di 1.500 meter di atas permukaan laut dan mengelilingi lereng gunung sejauh 10.360 kilometer persegi.
Yang luar biasa, nenek moyang sudah mengatur sedemikian rupa pengairan sawah yang berasal dari hutan yang berada atas persawahan itu. Penduduk setempat sampai hari ini masih menanam pati juga sayuran di sawah itu.
Erosi, merupakan salah satu ancaman bagi keberadaan sawah kuno ini. Karenanya, pemerintah juga warga sekitar sangat peduli hal ini, perawatan serta rekonstruksi dilakukan terus menerus, untuk menjaga kelestariannya.



2.Sigiriya di Sri Langka

Ini adalah sisa-sisa peninggalan istana kuno yang terletak di atas bukit batu. Sigiriya atau Batu Singa, begitu sebutannya. Terletak di Matale District, Sri Lanka, dikelilingi hutan, waduk, juga kebun. Letaknya yang unik, ditambah dengan pemandangan menakjubkan, membuat Sigiriya banyak dikunjungi wisatawan. Melihat dari udara, Sigiriya seperti lukisan kuno yang mengingatkan orang pada Ajanta Caves di India.

Sigiriya dibangun pada masas pemerintahan Raja Kassapa I yang memerintah dari 477-495 AD. Tempat ini adalah satu dari tujuh peninggalan kuno yang dimiliki Sri Langka. Diduga, Sirigiya didiami sejak masa pra-sejarah. Lalu, pada abad ke-5 BC, tempat ini dipakai sebagai biara


3. Tower of Hercules di Spanyol
Menara Hercules adalah mercu suar kuno peninggalan Romawi yang terletak di semenanjung, sekitar 2,4 kilometer (1,5 mil) dari pusat Corunna, Galicia, barat laut Spanyol. Nama Corunna berasal dari kolom kuno. Tinggi tower ini 55 meter menghadap pantai Atlantik Utara, Spanyol.
Mercusuar Hercules berusia 1900 tahun, peninggalan Romawi yang masih beroperasi hingga kini
Konon, usia tower ini sudah mencapai 1900 tahun, direhabilitasi tahun 1791. Ini adalah mercu suar peninggalan Romawi yang hingga kini masih difungsikan



4. Toru?, Kota Kuno di Polandia Utara yang Masih Eksis
Toru adalah kota di Polandia utara, persisnya di Vistula River. Ini adalah kota kuno yang telah ada sejak 1100 BC yang sampai sekarang masih eksis. Kota ini adalah kota kelahiran Nicolaus Copernicus (Seorang astronom, matematikawan, dan ekonom. Teorinya yang terkenal adalah matahari sebagai pusat Tata Surya, menjungkirbalikkan teori geosentris tradisional —yang menempatkan Bumi di pusat alam semesta— dianggap sebagai salah satu penemuan yang terpenting sepanjang masa, dan merupakan titik mula fundamental bagi astronomi modern dan sains modern. Teori ini menimbulkan revolusi ilmiah)
Torun kota kuno di Polandia masih eksis hingga kini. Diduga kota ini sudah ada tahun 1100 BC
Toru menjadi cikal bakal pemukiman pertama di daerah itu, diperkirakan telah ada sejak 1100 BC. Kota itu berkembang pada abad pertengahan, yakni abad ke 7 hingga ke 13. Kemudian Kesatria Teutonic membangun benteng di sekitar pemukiman, antara tahun 1230-31. Pada 1263, biarawan Franciscan menetap di daerah itu mengikuti Dominika pada 1239.

Kota ini semakin berkembang dengan dibangunnya kota baru di dekat Toru. Kedua kota ini berkembang menjadi pusat perdagangan penting pada abad pertengahan.
Kalau anda melihat potret ini, sungguh menarik. Tempat ini sejak dulu hingga sekarang banyak dikunjungi. Kalau dulu karena menjadi kota dagang, sedang sekarang menjadi kota wisata yang sarat dengan sejarah masa lalu.



5.Ajanta Caves di India
Goa Ajanta di Maharashtra, salah satu dari banyak peninggalan kuno yang ada di India. Yang menakjubkan di goa ini banyak terdapat lukisan juga patung-patung Buddha bernilai seni tinggi. Diperkirakan, monumen-monumen yang ada dalam goa ini mulai digarap pada abad ke 2 BC.

Tapi goa di Ajanta ini kemudian ditinggalkan. Selama 1300 tahun goa ini terbengkalai, di bagian luar, belukar tumbuh tinggi, akhirnya menjadi hutan yang otomatis menyembunyikan keberadaan goa ini. Tidak ada yang pernah tahu bahwa di sana tersimpan ‘warisan dunia’ yang luar biasa. Sampai akhirnya pada musim semi tahun 1819 seorang perwira Inggris, tanpa sengaja memasuki ngarai yang curam.
Semakin dalam dia masuk ke sana, dan dia luar biasa kaget karena ia menemukan sebuah pintu tersembunyi di salah satu gua. Inilah kunjungan pertama manusia setelah ribuan tahun. Ketika ditemukan goa itu hanyalah ‘rumah’ burung dan kalelawar serta binatang lainnya. Kapten Smith kemudian melakukan eksplorasi pertama untuk mengetahui ‘isi’ dari goa misterius itu. Nama Kapten Smith ini diketahui, karena yang bersangkutan menuliskan namanya pada dinding goa dan tahun kedatangannya. Ia menulis, “Kapten Smith, April 1819”



6. Lembah Bunga di Himalaya
Lembah Bunga adalah lembah yang berada di ketinggian Himalaya. Para pendaki juga ahli botani menggambarkan lembah itu luar biasa indah, sudah ada sejak lebih dari seabad lebih, bahkan dalam mitologi Hindu, penggambaran keberadaan lembah ini sudah ada sejak jaman dahulu kala.

Hamparan yang lembut, padang rumput di selingi bunga-bungaan warna warni, sangat indah dan nyaris menyesakkan nafas memandangnya. Lembah bunga yang indah semakin lengkap dengan adanya background gunung dan hutan. Lembah bunga ini dinyatakan taman nasional (Nanda Devi National Park) pada 1982. Masyarakat setempat mengetahui keberadaan lembah bunga ini, mereka meyakini bahwa tempat itu dihuni oleh kawanan peri.


7. Metéora, Bangunan di Puncak Gunung Batu Athos, Yunani
Lihat gambar-gambar ini, pasti anda takjub. Bagaimana bisa sebuah castile bisa berdiri di puncak gunung batu. Terbayangkan betapa sulitnya pembangunan castle ini, padahal usianya sudah ratusan tahun. Ini adalah kompleks biara-biara ortodoks Timur paling besar dan paling penting di Yunani. Persisnya, biara-biara ini dibangun di puncak gunung batu Athos.

Ada enam biara di kompleks ini. Persisnya berada di kawasan Thessaly, dekat sunagi Pineios, pinggir baratlaut Yunani Tengah.Yang cuku menarik adalah akses menuju biara yang sangat sulit. Konon, dulunya untuk mencapai biara digunakan tanggap panjang atau semacam jala yang dipakai untuk menaikkan dan menurunkan barang, termasuk manusia. Dibutuhkan kekuatan iman untuk bisa mencapai biara ini.

Read More...