Kamis, 03 Februari 2011

CEPAT ATAU LAMBAT,JASAD INI PASTI TERKUBUR TANAH DAN MEMBUSUK



Kehidupan berlangsung tanpa disadari dari detik ke detik.
Apakah kita tidak menyadari bahwa hari-hari yang kita lewati justru semakin mendekatkan kita kepada kematian sebagaimana juga yang berlaku bagi orang lain? Seperti yang tercantum dalam ayat

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan" (QS. 29:57)

tiap orang yang pernah hidup di muka bumi ini ditakdirkan untuk mati. Tanpa kecuali, mereka semua akan mati, tiap orang. Saat ini, kita tidak pernah menemukan jejak orang-orang yang telah meninggal dunia. Mereka yang saat ini masih hidup dan mereka yang akan hidup juga akan menghadapi kematian pada hari yang telah ditentukan.

Walaupun demikian, masyarakat pada umumnya cenderung melihat kematian sebagai suatu peristiwa yang terjadi secara kebetulan saja.

Coba renungkan seorang bayi yang baru saja membuka matanya di dunia ini dengan seseorang yang sedang mengalami sakaratul maut. Keduanya sama sekali tidak berkuasa terhadap kelahiran dan kematian mereka. Hanya Allah yang memiliki kuasa untuk memberikan nafas bagi kehidupan atau untuk mengambilnya.

Semua makhluk hidup akan hidup sampai suatu hari yang telah ditentukan dan kemudian mati; Allah menjelaskan dalam Quran tentang prilaku manusia pada umumnya terhadap kematian dalam ayat berikut ini:

Katakanlah:"Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan"(QS. 62:8)

terkadang kita menghindari untuk berpikir tentang kematian. Dalam kehidupan modern ini, dengan alasan yang tanpa di sadari biasanya menyibukkan diri dengan hal hal yang sangat bertolak belakang [dengan kematian] kita berpikir tentang: di mana kita akan kuliah,di perusahaan mana kita akan bekerja,baju apa yang akan kita gunakan besok pagi,apa yang akan dimasak untuk makan malam nanti,dll, hal-hal ini merupakan persoalan2 penting yang sering kita pikirkan.

Kehidupan diartikan sebagai sebuah proses kebiasaan yang dilakukan sehari-hari.Pembicaraan tentang kematian sering dicela oleh jiwa yang merasa tidak nyaman mendengarnya. Kita menganggap bahwa kematian hanya akan terjadi ketika seseorang telah lanjut usia,seseorang tidak ingin memikirkan tentang kematian dirinya yang tidak menyenangkannya ini.

Sekalipun begitu ingatlah selalu,hanya Allah yang maha kuasa, maha mengetahui satu jam kemudian jasad ini masih bernafas, atau ruh telah di panggilNya.

Sering kita menyaksikan kematian orang lain di sekitar kita, tetapi tidak memikirkan tentang hari ketika orang lain menyaksikan kematian kita. kita tidak mengira bahwa kematian itu sedang menunggu kedatangan kita, Ketika kematian dialami oleh seorang manusia,semua "kenyataan" dalam hidup tiba-tiba lenyap.
Tidak ada lagi kenangan akan "hari- hari indah" di dunia ini

Renungkanlah segala sesuatu yang kita dapat lakukan saat ini:kita dapat mengedipkan mata kita, menggerakkan badan kita,berbicara,tertawa;semua ini merupakan fungsi tubuh. Sekarang renungkan bagaimana keadaan dan bentuk tubuh kita setelah mati nanti.

Dimulai saat hembusan nafas untuk yang terakhir kalinya,kita tidak ada apa-apanya lagi selain "seonggok daging" Tubuh kita yang diam dan terbujur kaku,akan dibawa ke kamar mayat.Di sana,ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan,jenazah kita akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati.Sesudah jenazah kita dimasukkan ke dalam liang lahat,maka tanah akan menutupi kita.Ini adalah kesudahan cerita kita.

Mulai saat itu,kita hanyalah seseorang yang namanya TERUKIR pada batu NISAN di kuburan. Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama,kuburan kita sering dikunjungi.

Seiring dengan berlalunya waktu,hanya sedikit orang yang datang.

Beberapa tahun kemudian,tidak seorang pun yang datang mengunjungi. Sementara itu,keluarga dekat kita akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian kita.

Di rumah, ruang dan tempat tidur kita akan kosong.Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik kita akan disimpan di rumah: baju, sepatu,dan lain-lain yang dulu menjadi milik kita akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya.

Selama tahun-tahun pertama,beberapa orang masih berkabung akan kepergian kita. Namun,waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu.

Empat atau lima dasawarsa kemudian,hanya sedikit orang saja yang masih mengenang kita.Tak lama lagi, generasi baru muncul, hingga tidak seorang pun dari generasi kita yang masih hidup di muka bumi ini.

Apakah kita diingat orang atau tidak,hal tersebut tidak ada gunanya bagi kita. Sementara semua hal ini terjadi di dunia,jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat.

Segera setelah jasad dimakamkan,maka bakteri-bakteri dan serangga- serangga berkembang biak pada mayat tersebut,hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut,yang mengubah bentuk dan rupanya.

Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma.Selagi proses ini berlangsung,rambut,kuku,tapak kaki,dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh,organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru,jantung dan hati juga membusuk.Sementara itu,pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut,ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah,menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan.

Mulai dari tengkorak,otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.

Bagaimana dengan ruh kita?
Apa yang terjadi padanya?
Selamatkah dari setiap pertanyaan para utusanNya?

penyesalan?? Tak ada gunanya, tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat; semuanya tidak akan mungkin terjadi.

Singkatnya, "onggokkan daging dan tulang" yang tadinya dapat dikenali, yang selalu kita banggakan karena keindahannya, hingga terjauh dari rasa syukur padaNya, mengalami akhir yang menjijikkan.

Di lain pihak, kita, atau lebih tepatnya jiwa kita akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas kita berakhir.

Sedangkan sisa dari kita, tubuh kita akan menjadi bagian dari tanah. Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi? Seandainya Allah ingin, tubuh ini, dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas.

Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting. Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia; seharusnya menyadarkan diri bahwa kita bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang "dibungkus" dalam tubuh.

Dengan kata lain, manusia harus menyadari bahwa kita memiliki suatu eksistensi di luar tubuh.Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya, yang kita coba untuk miliki seakan-akan kita akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini.Tubuh yang kita anggap sangat penting ini,akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka.

Mungkin saja hal tersebut segera terjadi. Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini,ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya.

Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian.Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian].

kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka.Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain;dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka!Semua orang berpikiran,belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup. Bahkan mungkin saja,orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa.Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka.Sangat mungkin,selagi anda membaca artikel ini,anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi.Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan.Namun demikian,hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya: Katakanlah:"Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja"(QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri.Namun selama hidupnya,ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya.Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun,tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburnya.

Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah.Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

Subhanalloh,Mari kita bertobat,perbanyak ibadah dekatkan diri kepadaNya ,tingkatkan iman dan taqwa kita,jangan sia-siakan kesempatan hidup yang berharga ini, yang telah di berikan olehNya..

image
sumber

Tidak ada komentar:

Posting Komentar